Place/Date/Time: Pink house/Rabu, 241007/5:21am

Semalem aku ngerasa sendiri… Tapi setelah mas-mas dateng… aku ngerasa ada orang di luar sana yang peduli sama aku. Lotsa Thanx!!! It’s amazing for having wonderful bros like u guys.

Itu sms yang Engar kirim kepada kami.

Setelah kami memutuskan melakukan apa saja untuk menuju rumahnya. (Hiperbolis ngga seeh…? Hehehe.) Secara rumahnya di Sedati, sekian kilometer dari kampus. Kami harus bertarung dengan gelap dan ngantuk, ditambah ngga ada yang hapal jalan samasekali, kecuali saya dan Anas. Itupun ingatan anget-anget tai kuda.

Tapi ngga masalah. Apapun demi ibunya Engar yang waktu itu baru kecelakaan. Kita jadi bayangin yang engga-engga, coba?

Bukan cuma soal seberapa penting Engar atau ibunya bagi kami. Tapi soal kami yang harus nunjukin perhatian sama siapapun yang dekat dengan kami.

Reply:

Hafid: Haha… sebuah pertemuan singkat untuk ibu yang telah melahirkanmu! Kami bisanya cuman gini, ngajak senang-senang, sambil mencium tangan ibumu yang seharum surga… Hehe 😉

Indra: There are 1.000.000.000.000 people in da world, and we only have 1 Engar! So, satu orang ini dieman banget lah. Apa sih yang ngga buat adikku satu ini?

Trisno: (lupa ngga tanya)

Anas: (ternyata ngga dikirimi sms sama Engar)

PS: Alhamdulillah ibunya sehat. Hanya dislokasi platela tanpa dekompresi pada struktur manapun. Ligamen pada kondisi overdistanted, tanpa sobek atau radang. Tidak perlu tindakan operasi. Ibunya sudah diterapi sangkal putung. +_+

Advertisements