bimbang.. lalu memilih tidak memberi jawaban, emang enak dan aman untuk sementara, tapi cukup menghabiskan energi.

dia memang bukan orang yang sempurna, tapi kita bisa mencintainya dengan sempurna.

dia dan segala kekurangannya.. kamu tidak akan pernah menyesal jika telah memilih bersanding dengannya, atau malah sendiri, karena sampai sekarang pun bukan dia yang membuatmu merasa hebat, tapi dirimu sendiri, yang justru melengkapi kesempurnaan hari-harinya. –semuanya ada dalam dirimu.

"di sana lagi bulan purnama, gak?"
"iyah. kenapa?"
"aneh, ya. kita melihat langit yang sama, tapi tetap tidak pernah bisa merasakan hal yang sama, di langit kita…"

kadang kita perlu liat ke atas, ke arah langit
di mana Dia bersemayam di sana
lalu memohon supaya meski langit mendung,
bulan dan bintang tetap akan ada di sana, di hati kita…

***

ceritanya ini, saya sedang dicurhatin seseorang, dan cuma ini kata-kata yang saya ingat. ini tentang dia yang sedang jauh dengan belahannya. bukan main-main, di negeri orang. mengadu nasib. yang sebenarnya juga buat si dia. karena belahannya itu menegaskan, "saya sukses pun semuanya demi kamu." tapi, seringkali orang memandang apa yang terjadi hari ini, ketika perhatian itu jauh berkurang, dan semuanya dianggap berantakan dengan sekali pukul. padahal semua kesibukan itu demi dia. demi hubungan yang lebih halal.

seakan, kita semua, sampai sekarang pun sedang merangkai puzzle hidup kita. keping demi keping. hanya saja, kepingan itu tersebar terlalu luas, seluas ruang dunia ini yang berlembar-lembar. artinya masih banyak sebenarnya ruang untuk berkarya. tidak harus stuck dengan satu hal saja.

sepertinya kita tidak akan selesai merangkai cerita, bahkan sampai badan meregang nyawa. kalaupun puzzle kita belum selesai, ada orang lain yang meneruskan. bahkan sampai generasi ke generasi. itu kalau kita merangkai puzzle bukan untuk diri kita sendiri, tapi untuk banyak orang. karena arti sebenarnya dari kematian adalah ketika kita tidak dikenang samasekali. ketika kita tidak diingat orang lain. rasul saya mengajarkan, bersilaturrahmi lah, maka umurmu akan panjang.

karenanya, di dunia ini banyak onggokan daging berjalan yang sebenarnya sudah mati, karena kebanyakan tidak memberi memori bagi orang di sekitarnya. tapi bagi saya, tidak ada orang yang tidak penting di dunia ini. setiap orang adalah orang yang penting, hanya saja ada yang cepat dilupakan, ada yang tidak. ada yang cepat mati, ada yang tidak. itulah esensi dari panjang tidaknya umur seseorang. pantas saja, hari ulang tahun orang suka menyanyikan "panjang umurnya, panjang umurnya…" supaya kenangan yang hebat di momen ulang tahun itu tetap tersimpan di hati tiap orang di sana. supaya orang itu akan tetap hidup, di hati masing-masing.

bagaimana dengan kamu? siapa orang terpenting dalam hidupmu? akankah dia merangkaikan puzzle bersama kamu? dan, akankah puzzle itu akan terus terangkai meski kamu tidak berada di dunia ini?

semuanya akan segera terjawab, kawan.

nb: tulisan-tulisan di sini pun bagian dari puzzle… 😉

Advertisements