Agaknya ada jawaban untuk tulisan saya sebelumnya, yakni tentang pemerataan E-Book gratis buat semua sekolah, yang berawal dari kebijakan Mendiknas. Karena Acer menawarkan sebuah laptop mini dengan Intel atom processor 16GB, memori 1G DDR2, harddisk 8G SATA display 8,9 inch WSVGA, dilengkapi LAN, WIFI, Webcam, Cardreader 5in1 (Sindo edisi Rabu, 20 Agustus 2008).

Laptop mini ini agaknya menjadi laptop mini termurah dengan fitur yang cukup lengkap. Dengan semua fasilitasnya, laptop mini ini dibandrol 4,2juta, dan Anda cukup menambahkan CD/DVD rom eksternal saja. Selebihnya, laptop mini ini akan mengerjakan tugasnya untuk menemani anak Anda browsing dan download file E-Book di internet.

laptop mini terus melonjak karena bentuknya yang kecil, ringan, terjangkau, user friendly, serta fungsi komputasinya yang lengkap. Sebenarnya apa tujuan kita memiliki sebuah laptop?

Tentu jawaban pertama yang kita pikirkan adalah fungsi mobilitas, sebuah komputer yang bisa dibawa ke mana-mana dengan mudah dan praktis. Fitur dan spesifikasi tinggi mengikuti di belakangnya. Toh kalau hanya untuk mengetik dan berselancar internet, spesifikasi tinggi itu pun percuma. Kalau sudah begini, wajar bila banyak yang beralih ke laptop mini.

Dibandingkan dengan pengadaan PC/desktop di sekolah-sekolah, pengadaan laptop mini ini menjadi pilihan utama karena faktor praktisnya. Lebih mobile, sehingga lebih mudah disimpan pada lemari tertutup, terutama bagi sekolah yang dipakai bersama-sama dengan sekolah lain. Selain itu juga karena tidak membutuhkan space yang luas dibanding dengan PC/desktop, mengingat tidak semua sekolah memiliki lahan khusus untuk ruang komputer. Ketika saatnya pelajaran komputer dimulai, laptop mini-laptop mini ini bisa dipindahkan ke ruang kelas mana saja yang membutuhkan.

Lebih jauh lagi, dengan harga yang terjangkau dan fitur yang cukup lengkap, Acer Aspire One ini menurut saya dapat menjadi pilihan utama Mendiknas untuk mendukung program bagi-bagi E-Book gratis. Dengan demikian, kesulitan yang saya ungkapkan di tulisan sebelumnya yakni mengenai pemerataan sarana laptop, terjawab. Tinggal bagaimana pihak Acer dan Mendiknas dalam menyikapi hal ini.

Advertisements