Setiap hari berjalan begitu aja. Kita bangun tidur di pagi hari, beraktivitas di siang hari hingga sore, bahkan sampai larut malam. Tapi kenapa secara umum, kita bangun di pagi hari dan tidur di malam hari? Bahkan sejak kita masih kanak-kanak pun orang tua kita membiasakan kita untuk tidur di malam hari. Apa yang membuat kita secara otomatis merasa mengantuk di malam hari?

Adalah sebuah hormon yang disebut melatonin. Dalam tubuh kita, melatonin dihasilkan oleh sebuah kelenjar yang disebut kelenjar pineal. Kelenjar inilah yang mengatur irama bagun-tidur yang disebut irama sirkadian (sleep-wake alert, circadian circle).

Bagaimana cara hormon dan kelenjar ini bekerja?

Yakni bekerja berdasarkan rangsangan cahaya. Semakin meredup cahayanya, maka semakin banyak hormon ini dihasilkan. Semakin banyak hormon ini beredar ke seluruh tubuh, maka tubuh kita merespon dengan rasa kantuk. Mekanisme ini merupakan salah satu mekanisme pertahanan tubuh, karena dengan beristirahat, tubuh kita memiliki cukup waktu untuk mereparasi sel-sel tubuh yang rusak.

Jika hormon ini bekerja berdasarkan rangsangan cahaya, apa pengaruhnya?

Yang paling sederhana, ada beberapa orang yang mengeluh harus mematikan lampu sebelum tidur. Ada yang hanya dengan menutup mata sudah bisa tidur. Semua adalah cara untuk mengurangi masuknya rangsangan cahaya. Inilah pentingnya penerangan yang cukup ketika belajar. Bagi pembaca yang ingin lembur malam, coba saja menyiapkan penerangan yang cukup agar rangsangan cahaya yang masuk bisa menghambat dihasilkannya hormon ini.

Selain itu, orang buta total mengalami kesulitan untuk mengatur irama sirkadiannya karena tak cukup rangsangan cahaya masuk ke dalam matanya.

Advertisements