Kebiasaan atau budaya membaca tulisan di Indonesia diyakini lebih rendah daripada budaya lisan. Konon, masyarakat kita meloncat dari budaya lisan langsung ke budaya audio-visual, yang jauh lebih menarik daripada sekadar tulisan. Itu sebabnya, kebiasaan membaca, apalagi menulis, masih jauh dari kegiatan yang ditekuni rutin oleh masyarakat.

buku-2d2dayahAlasan rendahnya minat baca itulah yang membuat penulis novel Andrea Hirata berniat menerbitkan versi E-Book dari seluruh empat seri tetralogi Laskar Pelangi. Untuk seri pertama berjudul Laskar Pelangi, pembuatan versi digitalnya sedang berlangsung dan dilakukan oleh Penerbit Mizan selaku pemegang hak penerbitan.

Andrea percaya, teknologi akan semakin diakrabi bangsa ini. Terbukti dari banyaknya penjualan perangkat teknologi baru yang dapat digenggam (handheld) maupun peranti (gadget) lainnya. Dan ini menjadi peluang bagi penjualan E-Book. Menurutnya, masyarakat kita lebih menyukai tampilan visual daripada cetak. E-Book yang tampil menarik, lengkap dengan audio visual, menjadikan kegiatan membaca jadi menyenangkan. Diharapkan, ini akan mendongkrak minat baca masyarakat.

Berbicara mengenai hak cipta buku digital yang dikhawatirkan akan mudah digandakan, novelis yang mengakrabi E-Book sejak bersekolah di Perancis itu tidak terlalu merisaukannya. Dia menyebut buku-buku nya sebagai ‘buku pendidikan’. Tujuannya lebih luas dari sekadar mencari penghasilan.

Masalah pelanggaran hak cipta E-Book juga bukan sesuatu hal yang menakutkan Sutrisno Koswara. Penulis dan pemilik situs toko buku online yang khusus menjual E-Books tentang teknologi pangan ini tidak melulu memikirkan hak cipta atas karya-karyanya. Pengarang yang juga menjadi staf pengajar jurusan Ilmu dan Teknologi Pangan di Institut Pertanian Bogor itu telah cukup senang apabila bisa membagikan ilmunya dalam bentuk tulisan.

Laki-laki yang bercita-cita memiliki perpustakaan digital ini telah mengoleksi 77 judul artikel teknologi pangan, yang terdiri atas karyanya sendiri dan karya penulis asing dalam bahasa Inggris. Hingga saat ini, situsnya telah memiliki lebih dari 1.000 anggota. Dengan membayar biaya keanggotaan sekali saja di saat mendaftar sebesar Rp 50.000, Anda dapat mendownload seluruh artikel yang tersedia.

Tampaknya, penulis yang membuat versi digital buku-bukunya tidak terlalu mengkhawatirkan keruwetan masalah hak cipta yang sering dilanggar di negeri ini. Tujuan untuk membangkitkan minat baca masyarakat selain membagi ilmu yang dimiliki, menjadi motivasi yang lebih dari sekadar uang dan hak cipta.

Advertisements