ebook-vs-bukuSampai saat ini, rupa-rupanya kekhawatiran E-Book akan menggeser bisnis buku konvensional masih ada. Hal ini memang tidak bisa dipungkiri. Karena banyak orang beranggapan bahwa benda-benda elektronik lebih mudah dicopy (baca: dibajak) daripada buku konvensional.

Ambil contoh buku sekolah elektronik yang memang berawal dari buku konvensional yang hak ciptanya dibeli oleh Pemerintah untuk dibuat versi elektroniknya. Mendiknas sendiri menegaskan, bahwa buku konvensional tersebut dibajak dengan cara yang halal dan bermartabat, sehingga malah tak perlu ada pembajakan. Dengan membebaskan masyarakat mencetak dan memperdagangkan, hal ini justru membuka peluang industri percetakan meningkatkan produksinya.

Di Indonesia, era e-book ini muncul pada tahun 2000. Saat itu, Mizan mengawali membuka akses gratis di situsnya untuk para pengunjung yang ingin membaca E-Book. Buku yang diconvert pertama kali berjudul Wasiat Sufi Imam Khomeini kepada Putranya, Ahmad Khomeini (Yamani). Proyek percobaan itu berhasil menjaring ribuan peminat yang mendownload E-Book tersebut.

Sayangnya, setelah kesuksesan pertama itu menyebabkan Mizan berhenti memproduksi buku-buku digital selanjutnya, karena tidak adanya pengarang yang bersedia bukunya dibuat dalam versi digital yang dapat didownload secara gratis oleh pembaca.

Era teknologi informasi saat ini semakin maju dan membuka sebuah celah bagi penerbitan E-Book. Sekarang, sekitar delapan tahun kemudian, celah bisnis itu kembali digarap. Saat ini Mizan sudah mempersiapkan sekitar 30 judul buku, fiksi, dan nonfiksi yang akan dibuat dalam bentuk E-Book.

Namun, prospek E-Book ke depan saat ini belum dapat diprediksi. Membaca buku yang dicetak di kertas dengan membaca buku bentuk digital tentu memiliki tingkat keasyikan sendiri-sendiri. Sehingga, baik E-Book maupun buku konvensional akan menempati segmen pasarnya masing-masing, dan tidak akan menimbulkan pergeseran pasar yang signifikan.

Terlebih, kita tidak bisa menghindari tren teknologi yang semakin maju dan berkembang. Maka, lambat laun E-Book akan semakin populer, didukung dengan semakin banyaknya pihak penerbit buku yang mulai memproduksi baik versi konvensional maupun digital dari sebuah buku.

Advertisements