Pada tulisan sebelumnya saya sebutkan bahwa perkembangan bangsa kita ini meloncat dari budaya lisan ke audio-visual. Ternyata fenomena ini berdampak luas pada proses belajar masyarakat Indonesia.

Tidak heran, kita amati lebih jauh tentang begitu pesatnya kemajuan sinetron di negara kita. Dalam hal ini, kemajuan bukan saya artikan sebagai “kemutakhiran”, tapi laris manisnya produk sinetron yang diindikasikan semakin banyaknya penggemar dari sinema elektronik tersebut. Semakin banyak penggemar, menandakan tingkat kebutuhan akan pemuasan indra yang terlibat dalam proses audio-visual juga sangat besar.

multimedia

Sehingga, sudah menjadi keniscayaan bahwa fasilitas belajar mengajar di ruang kelas juga harus semakin variatif. Negara kita terkenal dengan sistem pendidikannya yang *maaf* sedikit bertele-tele. Selama dua belas tahun diajarkan ilmu dasar yang terlalu dasar. Berbeda dengan luar negeri, yang dalam usia 15tahun (selepas SMP) mereka diberikan kebebasan mengambil peminatan tertentu. Namun terbukti siswa dan mahasiswa kita masih lebih pandai secara teori daripada orang luar negeri sono.

Terbukti dari beberapa teman saya yang sewaktu SMA dulu mengikuti AFS. Dia berkesempatan mengunjungi Jerman. Dia mengatakan bahwa sebenarnya tidak ada beda antara sistem pengajaran di Indonesia dengan Jerman. Siswa setingkat SMA di Jerman lebih “bebas” daripada di Indonesia. Hanya saja, fasilitas yang tersedia di sana lebih lengkap, dan mereka lebih bisa disiplin. Mereka belajar menggunakan metode e-Learning yakni melalui fasilitas multimedia dan tanpa diawasi. Tapi tidak ada satupun dari mereka yang tertinggal pelajaran.

Inilah yang seharusnya diterapkan di negara kita. Yakni metode e-Learning melalui fasilitas multimedia. Sebagaimana yang saya sebutkan di atas, budaya bangsa kita meloncat dari budaya lisan ke audio-visual tanpa melewati budaya membaca dulu. Boleh kita memandangnya sebagai sebuah kelemahan, akan tetapi kita tetap harus melihat sisi positif dari fenomena ini.

Tidak ada yang memungkiri bahwa dunia teknologi semakin berkembang pesat. Jika demikian sudah sepantasnya kita memanfaatkan teknologi itu untuk mengoptimalkan proses belajar mengajar. Telah banyak kampus yang memanfaatkan e-Learning ini. Pun pemerintah telah menyediakan layanan download video gratis dari situs Jardiknas. Konsep e-Learning dengan multimedia ini sebenarnya sudah sangat jauh berkembang sebelumnya. Yakni dengan adanya provider download video semacam youtube.

Sebagai contoh, berikut adalah video streaming dari youtube. Video ini menunjukkan bagaimana sel otak saling berinteraksi menukarkan impuls-impulsnya. Nah, daripada memberikan penjelasan panjang lebar tapi terasa hambar, lengkapi saja presentasi Anda dengan video ini. Cukup interaktif, kan?

Jika Anda ingin mendownload video dari youtube, terlebih dahulu siapkan dua windows masing-masing memuat situs youtube, yang lain keepvid. Copy-pastekan address video youtube yang ingin Anda download ke dalam kotak yang disediakan pada situs keepvid. Lalu tekan download. Keepvid akan menyediakan beberapa link alternatif untuk mendownload video Anda. Jika telah berhasil mendownload, jangan lupa pastikan file tersebut tersimpan dengan ekstensi yang benar. Bisa .flv atau .mp4, tergantung link mana tempat Anda mendownload video tersebut.

Melalui multimedia, proses belajar mengajar akan semakin atraktif dan mengena. Para siswa tidak lagi disguhi slide-slide yang membosankan, melainkan dengan video streaming atau animasi 3D di kelasnya. Proses belajar ini akan merangsang lebih banyak indera untuk menangkap impuls pelajaran yang diberikan, baik melalui telinga (audio) maupun mata (visual). Juga pemanfaatan video dan animasi 3D membuat siswa merasakan pengalaman langsung dari materinya.

Berikut adalah beberapa kampus yang menggunakan e-Learning dan multimedia:

1. Universitas Brawijaya

2. Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS)

3. Universitas Gadjah Mada (UGM)

4. Istitut Teknologi Bandung (ITB)

5. Universitas Indonesia

Jika E-Learning telah sedemikian pesat perkembangnnya, apa lagi yang ditunggu? Pendidikan Indonesia harus maju! Hidup Pendidikan Indonesia!

Advertisements