Akankah nantinya peminat buku di Indonesia beralih ke E-Book untuk membaca buku-buku kegemaran mereka? Mungkin tidak. Karena, seperti yang saya posting di tulisan sebelumnya, kedua jenis buku memiliki pasarnya masing-masing, tergantung cara baca yang lebih disukai orang. “Jenis buku cetak akan tetap diminati dan E-Book pun punya penggemarnya sendiri,” kata Direktur Produksi Penerbit Ufuk Baqar Bilfaqih.

ebook-marketKetika awal-awal E-Book mulai dikenal publik pencinta buku di Indonesia, keraguan akan bakal berkembangnya buku digital sangat besar. Bagaimanapun, buku konvensional yang simpel dan praktis karena bisa dibaca di mana-mana masih menjadi alasan utama orang lebih memilih membaca buku cetak daripada di media khusus seperti E-Book.

Meski fitur search untuk menemukan kata atau kalimat tertentu dalam E-Book tidak ditawarkan buku konvensional, hal itu belum menjadi pertimbangan mereka yang ingin membaca E-Book. Bahkan, harga jual yang lebih murah dari buku konvensional pun belum membuatnya memiliki pasar yang nyata di negeri ini. Teknologi digital telah memudahkan E-Book tercipta dengan ongkos produksi yang lebih kecil daripada buku konvensional.

Kurangnya daya serap pasar terhadap E-Book terlihat dari minimnya permintaan, membuat penerbit berpikir seribu kali untuk membuat versi elektronik buku yang diterbitkan.

Beberapa penerbit seperti Penerbit Menara dan Pustaka Azzam belum merencanakan memproduksi E-Book untuk buku-buku yang diterbitkan. Sepertinya pasar belum siap untuk menikmati buku yang hanya bisa dibaca di alat-alat tertentu seperti komputer maupun alat pembaca khusus tersebut. Satu hal yang pasti, jika permintaan pasar akan E-Book cukup kuat, pasti mereka akan melangkah ke arah itu juga. Mereka lebih memilih menunggu reaksi pasar. Namun para penerbit itu cukup optimis E-Book akan memiliki perkembangan yang baik suatu saat nanti.

Berbeda dengan yang dilakukan Penerbit Ufuk dan Mizan, yang saat ini telah mulai memproduksi buku-buku elektronik. Bahkan, seluruh buku terbitan Ufuk telah memiliki versi digitalnya masing-masing. Penerbit Ufuk bekerja sama dengan pihak ketiga, yaitu sebuah situs toko buku online, yang membuatkan versi elektronik dari seluruh buku yang telah diterbitkan. Ufuk hanya menerima royalti dari setiap E-Book yang dibeli dari toko buku online tersebut.

Kenyataannya, teknologi kini memang semakin cepat berkembang. Dan masyarakat Indonesia termasuk yang cukup senang dengan kehadiran teknologi-teknologi baru, khususnya yang mempermudah hidup. Dan inilah yang ditawarkan E-Book, dengan teknologinya yang memudahkan pembaca mencari inti cerita atau tulisan dari kata atau kalimat yang bisa dicari dengan fasilitas yang ada di buku jenis ini. Selain itu, kesempatan pengenalan teknologi baru dalam membaca buku ini memang harus dicoba.

Pun, akan tidak ada alasan bagus untuk tidak memiliki alat pembaca E-Book seperti laptop mini, seperti yang saya postingkan di tulisan sebelumnya. Mengingat tren pasar laptop mini semakin berkembang, semakin berkembang pula pasar E-Book.

Advertisements