Umbah-umbah=cuci baju; Korah-korah=cuci peralatan makan

Place/Date/Time: Pink house/Minggu, 18012008/8:59am

Kawan, pernahkah engkau umbah-umbah pakai tangan sendiri? *maksudnya tanpa mesin cuci*

Menurutmu, pelajaran moral apa yang bisa kau petik dari umbah-umbah?

Bagi Brama, seorang pemuda yang sedang memperjuangkan cinta dan memperbaiki diri lewat pengetahuan agama, menurutnya pakaian ibarat agama, maka harus dipastikan kebersihan dan kesuciannya. *pakaian=ageman(jawa); dalam idiom jawa, agama=ageman*

Bagi Mas Tsalis, seorang “post chief dokter muda” *haha* yang sedang mendalami bagaimana membuat game OL untuk dijual seharga enam ribu dolar plus customer servis pertahun, daripada umbah-umbah pakai tangan sendiri, lebih enak pakai tangan orang lain. Atau memanfaatkan teknologi mesin cuci, lah. Masalah bersih ngga kan relatif, khas pada masing-masing orang.

Bagi Anas, seorang dokter muda yang memiliki dua kehidupan ekstrim: sibuk dari pagi sampai sore, lalu tidur dari sore sampai pagi lagi, umbah-umbah hanyalah salah salah satu dari pekerjaan yang tidak prioritas. Makanya dia akan termotivasi untuk umbah-umbah ketika pakaian kotornya sudah menggunung. Masalah bersih ngga juga menurutnya sangat relatif, asal dia sendiri yang pakai.

Bagi Mas Erik, seorang “post chief dokter muda bedah”, *hihi… smangad bro* yang sedang sangat beruntung memperdalam ilmu bedahnya sampai benar-benar ahli di hadapan senior, umbah-umbah adalah salah satu usaha mempererat silaturrahim, karena ketika tiba saatnya umbah-umbah, dia selalu pergi ke rumah saudaranya, bermain PeeS di sana, sementara ada saudaranya yang lain umbah-umbah untuk dirinya. Kan sekalian, katanya. Baginya kualitas kebersihan saudaranya tidak diragukan lagi, dan dia sangat percaya kepada saudaranya itu.

Bagi saya, seorang dokter muda yang keranjingan nulis blog sampe telat bangun dan telat belajar, telat sarapan, telat mandi, dan justru telat umbah-umbah, umbah-umbah memberi makna yang mendalam bagi saya pribadi, bahwa sebuah proses memang harus diistiqamahi. *tapi kenapa saya malah nulis blog? Padahal tu cucian sudah saya rendem dari kemarin. Ah, gpp, biar nguceknya ngga berat-berat amat…*

*skalian aja, sehari ngerendem di air bersabun, sehari besoknya ngerendem di air bersih, sehari besoknya lagi ngerendem di air berpewangi, besoknya njemur. Hari kelima baru setrika. Persis seminggu efektif… hahaha*

Advertisements