Taken from: http://multiply.com/m/item/nafazprint2002:journal:431 by muhammad zafran

LONDON – Selain terapi edukatif dan medis, kini ada metode yang lebih mudah dan menarik untuk membantu anak-anak autis. Yakni, serial film animasi The Transporters yang sengaja dikembangkan Autism Research Centre di Cambridge University. Satu paket terapi animasi itu terdiri atas 15 DVD yang masing-masing berdurasi lima menit.

Dalam studi terbaru para peneliti autis di Inggris, diketahui bahwa anak-anak autis yang menyaksikan serial animasi itu menunjukkan perkembangan signifikan. Terutama dalam mengenali dan memahami emosi yang terpancar dari wajah. “Mereka bahkan mampu mengenali dan memahami emosi dari wajah baru yang sama sekali belum pernah dikenal,” ujar Prof Simon Baron Cohen, direktur pusat penelitian autis Cambridge tersebut.

Jadi, lanjut Cohen, anak-anak autis yang menonton serial The Transporters tidak hanya mampu membaca mimik muka saja. “Mereka benar-benar mempelajari konsep emosi yang sengaja ditampilkan dalam DVD tersebut. Selain itu, mereka bisa menerapkannya dengan cara baru,” urai peneliti senior yang ikut membidani lahirnya rangkaian DVD autis itu, seperti dikutip CBC News dalam edisi online-nya Selasa (13/1).

Selain kisah berdurasi lima menit yang ditampilkan dalam bentuk animasi pada masing-masing DVD, The Transporters juga dilengkapi dengan 30 kuis interaktif. Sebuah buku kecil setebal 36 halaman juga disertakan sebagai panduan bagi para orang tua, guru atau terapis autis. Saat ini, DVD yang ditujukan bagi anak-anak autis usia dua hingga delapan tahun itu bisa dibeli online di situs www.thetransporters.com

Dalam penelitian selama satu bulan itu para pakar melibatkan sekitar 20 anak autis dengan rentang usia empat hingga tujuh tahun. Tiap hari mereka menyaksikan tiga seri DVD animasi tersebut. Setelah empat pekan, hasilnya mulai terlihat. “Mereka mulai mengenali emosi orang lain dan bisa mengaplikasikannya dalam konteks yang benar,” tambah Cohen.

Serial animasi itu sengaja menampilkan wajah asli manusia dalam berbagai ekspresi. Sebagai pelengkapnya, para peneliti menambahkan kereta, troli, feri dan juga kereta gantung yang didesain secara animatif. Masing-masing episode difokuskan pada emosi tertentu, lengkap dengan raut mukanya. Di setiap akhir episode, muncul kuis interaktif yang bisa menjadi indikasi perkembangan anak-anak bersangkutan. (hep/ami)

JP [ Jum’at, 16 Januari 2009 ]

Advertisements