Sebuah surat yang dibuka kembali, karena dia tahu sang kekasih ada di sana, masih bersamanya. Demikian saat Allah mendekatkan hati mereka, dalam satu ikatan suci, nantinya. 

Place/Date/Time: Pink House/Kamis, 06032008/1:11am

sky n moon “Lihat langit malam ini, Sayang?

“Tanpa mendung, yang ada hanya barisan awan seperti sapuan kuas-kuasNya di angkasa. Seperti hubungan kita: sesaat tanpa mendung, tapi awan-awan yang dipendam itu akan mengumpul menjadi awan gelap dengan hujan dan guntur berkilat-kilat. Hari ini pun tak ada hujan, meski cuma gerimis. Yah, tak ada hujan pun tak ada pelangi. Tabah bersamaku saat gerimis dan hujan, ya. Kita akan ciptakan pelangi sendiri dengan bantuanNya.

“Langit malam ini yang berbinar dengan gemintang, secerah hidup kita bila sanggup meraih semua yang kita cita-citakan. Apa kita akan merajut cita bersama? Yah, bunga pun semakin indah jika dirangkai, seperti bunga pinggir jalan yang kutunjukkan padamu. Hanya soal waktu, Sayangku.

“Aku tidak akan mengatakan bahwa aku mencintaimu setiap hari, tapi aku sering memikirkanmu waktu bangun tidur dan akan tidur malam hari. Aku tanya dalam hati, anak ini sudah salat subuh/isya kah? Jika ada kesempatan, aku akan jadi imam salatmu, supaya kamu bangun dengan semangat dan tidur dengan senyum.

“Sukses buat masa depan kita ya, Sayang…”

Advertisements