suka ketawa! Lachen is Gezond. Tertawa itu Sehat.

Begitu kata Prof. siapaa gitu, saya lupa. Beliau psikolog. Ntar deh, saya cari tau.
Emang betul, kok. Secara medis, tertawa itu bisa meregangkan saraf pusat dan perifer sehingga lebih rileks. Tertawa yang cukup, menambah oksigen uptake via respirasi, meningkatkan sekresi cathecolamine yang bisa melancarkan peredaran darah karena bikin vasodilatasi blood vessels. Juga, meningkatkan sekresi endorphine yang merupakan opiat endogen, sehingga mampu meningkatkan imun tubuh.

Singkatnya, tertawa bisa bikin tubuh lebih sehat.

Namun, lain halnya kalo kebanyakan ketawa. Sebaliknya, saraf malah menegang. Otot di daerah wajah, kepala, dan leher menjadi kaku karena terlalu kuat berkontraksi. Efeknya, kamu jadi capek-capek dan pusing. Otot di daerah dada dan abdomen alias perut menegang, meningkatkan intratoracal-intraabdominal pressure, jadi bikin kamu batuk-batuk, mual, muntah-muntah, terkencing-kencing, kentut-kentut sampe ampasnya keluar secara incontinentia (ga sadar). Bagaimana bisa?

Otot dada yang berkontraksi secara berlebihan, membuat oksigen uptake yang semula adekuat menjadi berkurang drastis. Apa jadinya kalo otot sekujur badanmu berkontraksi, sementara oksigen supply berkurang… nah lo, jadinya ya, kram. Wajar kan, di saat ototmu perlu ATP untuk kontraksi, malah oksigenasi jaringan ga adekuat. Kram di otot rahang (pernah kerasa “geringgingen” di belakang rahang kan…), di pipi, sampe ulu hati. Bahkan yang paling parah, bisa henti napas. Suer…!

Makanya, ketawanya dijaga, men. Ketawa silakan, asal uda tau diri.
Belum sikat gigi, ketawanya dikeras-kerasin pula…busyeet… yang bener ajah, jek.
Jangan pas ga ada apa-apa, ketawa-ketiwi sendiri.
Biasa wae, lah. Ketawa kok didramatisir…

Ya wes. Sigini dulu aja.

nb:
Asal tau, Tertawa itu fungsi tertinggi dari makhluk hidup. (dari “Tertawa yang Disukai dan Tidak Disukai Allah,” karangan siapa lupa, taon berapa lupa). Hanya manusia yang dianugerahiNya kemampuan seperti ini. Makhluk hidup manapun di dunia, ga ada yang bisa ketawa. Coba bayangin kalo munyuk lagi ketawa… weits…

Jadi, selayaknya kita bersyukur dengan tidak tertawa secara berlebihan… berlebihan jigong (ketawa sampe jigongnya kemana-mana), ato ketawa sambil neror orang di sebelahnya (ketawa sambil terkentut-kentut), ato apalah.

Ok! Biasa aja kalo ketawa, ya!

Selamat Tertawa!

Advertisements