penjual terong, ilustrasi gambar ajah :D diambil dari www.chip.co.id

Apa yang kau lakukan ketika melihat seorang tua di hari hujan, renta lagi bungkuk-bungkuk, kelelahan memanggul roti goreng di pundaknya? Roti goreng, atau orang Gresik bilang mandel goreng, bersama cakue, disimpannya dalam kotak kayu, 1x1x1 meter. Dagangan itu masih penuh, sedangkan dia harus menjual semuanya demi menafkahi dirinya dan keluarganya. Kedinginan menembus hujan, meski rintik-rintik saja, tetap membuat lututnya ngilu. Mungkin tulang punggung dan keseluruhan sendinya digerogoti usia, sehingga jalannya menjadi lambat-lambat seperti itu. Pak tua itu hanya berbekal topi jerami, tanpa jas hujan, hanya selembar kresek yang disobeknya menjadi lebih lebar, dan diselempangkan begitu saja di pundaknya, serupa jas hujan ala kadarnya. Melihat pemandangan seperti itu, apa yang akan kau lakukan?

Hanya melihat saja?

Pak RT di kampungku membeli semua dagangannya. Tanpa sisa. Semuanya dibeli. Semua roti goreng, semua cakue, tanpa sisa. Benar-benar tanpa sisa. Dari beranda rumah, saya bisa melihat Pak RT itu menyalami beliau, dan baru kali ini saya melihat wajah yang begitu bersinar dari keduanya. Saya melihat dua orang calon penghuni surga bertemu, bersalaman, dan nantinya mereka akan berpelukan di surga. Hari ini adalah kemenangan bagi mereka, dan hari ini akan menjadi tiket emas mereka dihadapan Allah untuk melewati shiratal mustaqim, menuju surgaNya. Dan mereka nantinya dipertemukan lagi di surga, berpelukan, berpelukan lebih erat dari hari ini.

Saya masih ingat cerita seorang teman dulu. Malam tahun baru, ketika berkendara di hari hujan, sengaja mereka berhenti di seorang penjual terompet. Kau tahu, penjual terompet begitu saja menjamur saat menjelang tahun baru. Dan di hari hujan itu, si penjual membentangkan plastik sedemikian lebarnya untuk melindungi dagangan mereka yang digantungkan di rak berupa plang-plang bambu. Kata ibunya, “Ayo borong semua, borong semua.” Seketika mobil mereka penuh dengan terompet. “Terompet segini banyak buat apa, Ma?,” “Ngga apa-apa, bawa pulang aja, dikasihin sapa gitu.”

So, ini sekelumit cerita, cuma sekedar saja, dan terus terang, hati saya bergemuruh. Percuma saya menangis kalau tak melakukan apa-apa. Ketika mengingat lagi cerita ini, ingin rasanya saya mengajak semua orang untuk menjadi kaya, supaya bisa lebih nyata menolong sesama. Amiin!

Allahu ghoyatuna. 🙂

*Tentang cerita terompet itu, kadang membuat saya ingin misuh ke semua orang yang lalai saat merayakan tahun baru. Seolah-olah lupa ada banyak orang yang seharusnya bisa diajak bahagia dengan cara yang lebih baik.*

… .

IBSN adalah sebuah wadah insan indonesia dalam jaringan internet
dengan berbagai jenis blog platform yang memiliki konsep
keindahan berbagi berbagai hal bermanfaat untuk kebaikan pada
sesama, dengan tujuan untuk membuat hidup ini makin bermakna.
visit Indonesians’ Beautiful Sharing Network

Advertisements