srikaya Setelah bercerita tentang Pak RT kampungku, sekarang tentang ibu RT, isterinya. Tadi malam, bu RT mengunjungi kamar kos saya, dan secara mengejutkan memberi saya sekresek buah srikaya. Yay! Saya bayangkan betapa enaknya menikmati hidup dengan sekresek srikaya. *buah favorit saya lho!*

Tapi… kenapa semuanya masih mentah? “Kok masih mentah semua, Bu?”

“Ahaha… maap. Lagi musim, lho, Nak. Di jalan tadi banyak penjual srikaya,” jawabnya, “ngga taunya ada penjual yang masih kecil sendiri, ternyata masih esempe. Ya sudah, saya borong aja semua. Eh, karena udah sore, tersisa yang mentah semua. Gapapa ya? Inapkan aja dua-tiga hari, nanti makin mateng, kok.”

“Haha… makasih ya, Bu.”

Subhanallah. Lagi-lagi calon penghuni surga saya temui. Ini sebuah kebaikan yang sangat sederhana, lho. Allah menyukai kebaikan-kebaikan kecil yang dilakukan dengan istiqamah (tekun, terus-menerus) daripada sebuah kebaikan besar tapi hanya dilakukan sekali. Kapan saya bisa seperti mereka, memiliki kebaikan yang sederhana, namun diistiqamahi? 😦

… .

IBSN adalah sebuah wadah insan indonesia dalam jaringan internet
dengan berbagai jenis blog platform yang memiliki konsep
keindahan berbagi berbagai hal bermanfaat untuk kebaikan pada
sesama, dengan tujuan untuk membuat hidup ini makin bermakna.
visit Indonesians’ Beautiful Sharing Network

Advertisements