salamatus-saadahSaya lupa kapan terakhir kali kami bicara. Tepatnya, saya terlalu lama tidak menyempatkan bicara panjang lebar dengannya. Buruknya lagi, saya hampir saja lupa bahwa dia adalah pengguna alami otak kiri, dibandingkan otak kanannya. Pengguna alami otak kiri kebanyakan menyebalkan, seringkali bersikukuh pada pendapat pribadinya, kalau tidak disebut keras kepala, mereka tidak akan meyakini sesuatu yang baru sebelum mereka sendiri melihat yang sebenarnya.

Atau boleh dibilang, mereka enggan berpikir segala sesuatu yang tidak sesuai dengan prinsipnya.

Sesaat yang lalu henpon saya menjerit, “Mas, bersediakah kamu membangunkan makhluk yang lucu imut dan menggemaskan ini setengah jam lagi?” Kontan tawa saya meledak-ledak. Dia mengeja seluruh katanya dengan lengkap, tidak seperti bahasa SMS biasanya. Dan yang membuat saya geli, dia menyebut dirinya sendiri ’lucu imut dan menggemaskan’..!

Baiklah, dia lucu. Imut? Ngga juga. Menggemaskan? Nah, sepertinya ini kata yang paling cocok. Entah kenapa, akhir-akhir ini dia sering tampak seperti anak empat tahun yang bergelayut ke leher ibunya, dan spontan sang ibu memberikan apa yang dia mau karena merasa geli melihat tingkah anaknya. Saya terheran-heran. Dirinya begitu meletup-letup, seperti lompat kesana-kemari sambil menunjukkan muka lucunya. Ingat, dia pengguna alami otak kiri!

Semacam otak kiri dan kanannya terpisah, tidak ada corpus callosum di antaranya, tidak ada jaras syaraf yang menghubungkan otak kanan dan kiri. Itulah sebabnya dia bisa bertingkah seperti anak kecil, yang lucu, lumayan imut, dan menggemaskan, di saat yang lain dia tampak lebih dewasa daripada umurnya. Ya, ya. Kadang menyebalkan, kadang menggemaskan. Satu saat bersikap serius dan tak bisa dibantah, saat yang lain manjanya minta ampun. Ngangenin. Hihi..

Saya sedang membayangkan dia sekarang. Tentunya dengan warna baju yang sesuai dengan behelnya yang baru saja diganti: ungu muda.

Cantik sekali. 🙂

… .

Foto diperankan oleh model:
Salamatus Sa’adah, 4 tahun.
Asal dusun Karobelah, desa Murukan, Mojoagung, Jombang.
Hafal juz 30, dan Ramadhan kemarin menargetkan khatam Al-Qur’an 2 kali.

Fotografer: Z’ Photograph
(pixel dikecilkan hingga 150×100 supaya easy to upload) 😉

Advertisements