(sebuah parade puisi cinta)

img4

secangkir kenangan.
rindu dalam seduhan coklat panas
:pahit, elegan, dan membekas

pernah kau hidangkan untukku, manis manja katamu
secangkir coklat dalam putaran waktu.
menadirkan segala kebencian, perbedaan semu
dan membutakan mataku.

secangkir nestapa.
hujan kukira tersenyum, menyirami hati
agar tumbuh selaksa cinta di sanubari
namun pohon itu nyata tak sejati.
:mati.

coklat yang merekah di sudut bibirmu
pastilah sebuah cinta yang menjejak.
tak masalah jika hujan menghapusnya.
karena hari akan berotasi, mentari tunduk kembali.
dan kau temui pelangi di sana, pada ufuk barat cakrawala:
sebuah makna akan tiupan sangkakala.

saat itu, seduhan coklat tak lagi bermakna.
:telat, cinta tak tertambat pada Yang Seharusnya.

img5

… .

–pada sepertiga malam, des 09–
(sebuah parade puisi cinta)

Advertisements