sketch3_1

Untuk menghasilkan sebuah bangunan kokoh, selalu diawali dengan rencana yang matang. Sketsa yang memukau, perhitungan yang detil, presentasi proyek yang menarik untuk inevstor, dan yang terakhir, eksekusi program yang tak boleh berhenti sampai deadline. Bagi mereka yang tidak menyenangi, pekerjaan ini sungguh melelahkan. Syukur-syukur kalau sketsanya jadi. Bahkan untuk memulai menggambar sketsa saja sudah malas, menunda, banyak alasan.

Sedang asyiknya saya mempersiapkan presentasi esok hari, seorang teman muncul di pintu kamar. Dia menantang saya–dan semua anak satu kos–untuk menyelesaikan sebuah teka-teki. Dikatakan, teka-teki ini dibuat oleh Einstein semasa hidupnya. Hanya 2% orang di dunia ini yang diperkirakan berhasil memecahkannya. Sisanya, yakni sebanyak 98%, pasti gagal. Ya, pasti gagal. Buset, dah.

Heran juga, selama dua jam tidak kunjung ada hasil. Akhirnya, kami semua bergelimpangan. Ya, dua jam penuh kami berusaha. Tak ada hasil. Tapi setelah tiga jam, salah seorang dari kami berhasil…!!! wuihh.. alhamdulillaah.. hehe.. *sumpahgilabenertuhorang*

Yah… inilah teka-teki itu:

Ada 5 buah rumah yang masing-masing memiliki warna berbeda. Setiap rumah dihuni satu orang pria dengan kebangsaaan yang berbeda-beda. Setiap penghuni rumah menyukai jenis minuman tertentu, merokok satu merk rokok tertentu dan memelihara satu jenis hewan tertentu. Tak satupun dari kelima orang itu yang minum minuman yang sama, merokok satu merk rokok yang sama, dan memelihara hewan yang sama seperti penghuni yang lain.

PERTANYAAN : Siapakah Yang memelihara IKAN?

PETUNJUK:

1. Orang Inggris tinggal di dalam rumah berwarna merah
2. Orang Swedia memelihara anjing
3. Orang Denmark senang minum teh
4. Rumah berwarna putih terletak tepat disebelah kiri rumah berwarna coklat
5. Menghuni rumah berwarna putih senang minum kopi
6. Orang yang merokok PallMall memelihara burung
7. Penghuni rumah yang terletak ditengah-tengah senang minum susu
8. Penghuni rumah berwarna kuning merokok Dunhill
9. Orang Norwegia tinggal di rumah paling pertama
10. Orang yang merokok Marlboro tinggal di sebelah orang yang memelihara kucing
11. Orang yang memelihara kuda tinggal di sebelah orang yang merokok Dunhill
12. Orang yang merokok Winfield senang minum bir
13. Di sebelah rumah berwarna biru tinggal orang Norwegia
14. Orang Jerman merokok Rothmans
15. Orang yang merokok Marlboro bertetangga dengan orang yang minum air

Kamu bisa memecahkannya? Selamat! Berarti kamu masuk yang 2% itu, dong.. *asikasik*

Hmm… Mungkin satu jam pertama kamu pusing, bete, tapi yakinlah satu jam berikutnya kamu bisa selesai. Jika jam kedua belum selesai, kamu makin mules-mules sampai mual muntah, maka yakinlah jam ketiga pasti selesai.

Apa yang terjadi jika Thomas Alfa Edison berhenti pada lampu yang ke-999? Mungkin kita tidak akan menikmati hasil percobaan lampunya yang ke-1000 seperti sekarang ini. Apa yang terjadi jika teman saya itu berhenti pada percobaannya pada jam kedua? Mungkin sampai kapan pun teka-teki itu tetap tergeletak begitu saja di atas meja, sebagai oret-oretan ngga jelas, atau sebagai bungkus kacang.

Tidak ada yang bisa tahu apa yang akan terjadi di masa depan. Tapi, hanya kamu yang bisa melihatnya. Kau bisa melihat apa yang akan kau hasilkan dari pekerjaanmu saat ini. Kalau kau memiliki sebuah visi, maka jadikan visi itu hidup seolah-olah seperti melihat YouTube dan mengalaminya sendiri. Karena hanya kamu yang bisa melihat yang tak terlihat.

Maksudnya saat memejamkan mata, kau bisa merasakan terpaan hujan yang rintik-rintik pada wajahmu, telisik angin yang berbisik di telinga melewati rambutmu, dan taju-taju cahaya matahari yang menembus awan seperti pedang. Saat itulah kau menikmati hasil karyamu, di tengah gerimis rinai rindu.

Lewat kata-kata ini saja sudah bisa membuatmu membayangkan bagaimana suasana gerimis yang rinai rindu itu. Maka, tentunya sangat mudah membuat diri ini termotivasi ketika kita mempunyai visi yang benar. Dan ingat, proses visualisasi yang tepat. Coba amati, hampir semua tulisan saya menggunakan prinsip visual-auditori-kinestetis (vak), sehingga membuatmu mudah terbawa. Ya, kan? Demikian juga saat memvisualisasikan visi/cita-cita.

Cara ini sangat efektif untuk memotivasi diri sendiri, lho. Insya Allah mudah sekali untuk melatihnya, kok. Ulangi dan terus ulangi, ya.

Coba lihat bahasa dalam Alquran. Bahasanya begitu mengalir, mudah dipahami. Allah menyusun firmanNya dalam belaian kata yang indah, terpilih, disusunNya dalam tutur yang lugas, maka tak heran para sahabat seringkali menangis hingga jatuh pingsan saat mendengar ayat-ayatNya dibacakan. Kamu tentunya sering mendapati kata-kata berikut baik dalam Alquran maupun hadist qudsi, “surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai,…” “bertelekan di atas bantal-bantal,…” permadani hijau yang terhampar,…” “dibakar sampai terkelupas seluruh kulitnya hingga tak dapat merasakan sakit,…” dan sebagainya.

So pasti, visualisasi saja tidak cukup, harus ada action.

Teka-teki tadi hanya ilustrasi. Bahwa ketekunan itu pasti berbuah. Buah yang baik tentu diawali dengan bunga yang baik, proses penyerbukan yang tertata, dan sempurna oleh dukungan cuaca. Dan buah itu sungguh manis.

… .

note: ada yang bisa memecahkan teka-teki itu kurang dari 3 jam? hehe.. selamat mencoba!

sumber teka-teki: www.kaskus.us
sumber gambar: jcampbellfinancial.com

tulisan terkait: ilmu mendengar suara yang tak terdengar

Advertisements