Tulisan ini adalah salah satu usaha saya untuk melunasi hutang kepada Bunda. Hehe… Maap ya, Bun, terlampau jauh saya melancong. Meski lama, akhirnya pun saya kembali. Maap membuat menunggu terlalu lama. Itupun kalau Bunda menunggu… Hehe…

Apa yang harus kita lakukan kepada Mandhe? (Lihat tulisan sebelumnya di sini [1] dan [2])

Adalah sebuah Pertolongan Pertama Gawat Darurat.

collar braceApa yang terjadi pada Mandhe adalah kasus multitrauma. Bisa saja terdapat patah tulang leher, atau tulang punggung, tulang kaki dan tangan, dan sebagainya. Jadi, perlu diingat bahwa perlu kehati-hatian yang sangat ekstra dalam proses memindahkan korban menuju lokasi aman. Cedera leher, cedera tulang belakang, hingga tulang ekor adalah cedera yang beresiko tinggi, yang seringkali menyebabkan korban lumpuh karena ada serabut syaraf yang terjepit patahan tulang.

Kalau kita belum terlatih, sebaiknya serahkan urusan pindah-memindah korban ini pada ahlinya.

Siapa yang harus dihubungi? Tentu saja tenaga medis terdekat. Perawat, dokter, klinik atau rumah sakit terdekat. Untuk daerah Surabaya, Anda bisa menghubungi Ambulance RSU Dr Soetomo di 118, atau nomor 550-1233 atau 550-1244 atau 709-13-118. Sebutkan siapa diri Anda sebagai penolong, apakah tenaga medis ataukah warga setempat. Sebutkan pula berapa jumlah korban dan berapa jumlah penolong, korban kecelakaan atau bukan, sadar atau tidak.

Sampai bantuan datang, yang bisa Anda lakukan adalah memastikan bahwa jalan napas korbannya bebas. Yakni seperti gambar ini:

Look listen and Feel

Cukup tekan dengan lembut dahi korban, sehingga posisi kepala sedikit tengadah. Ingat, tekan dengan lembut! Sekali lagi, karena ada resiko cedera leher yang mengakibatkan kelumpuhan kalau Anda terlalu kuat menekannya.

Pastikan bahwa ada gerakan dada, ada suara napas, dan ada hawa napas. Posisi seperti ini, memungkinkan Anda sebagai penolong melihat gerak dada, sekaligus mendengar suara napas, dan merasakan hembusannya ke pipi Anda. Ada atau tidak napasnya, pastikan Anda tetap mempertahankan posisi ini sampai bantuan datang.

Kalau korban sadar, jangan sekali-kali beri minum! Karena memberi minum malah makin meningkatan jumlah cairan secara mendadak, akibatnya perdarahan otak makin parah.

Satu hal yang perlu diingat, apa yang terjadi pada Mandhe adalah kasus cedera kepala tertutup. Artinya, ada perdarahan namun hanya terjadi di dalam tempurung kepala. Apa akibatnya? Tentu saja pendesakan otak. Ruang kepala kita volumenya tetap, dan penambahan jumlah perdarahan di dalamnya semakin dapat membuatnya pingsan.

Inilah yang disebut dengan Lucid Interval, yakni adanya periode sadar di antara dua periode tak sadar. Benturan pertama menyebabkan tak sadar akibat robeknya pembuluh darah. Lalu dia sadar kembali karena otaknya masih dapat mengkompensasi. Jika tidak diatasi atau diberi minum secara mendadak, perdarahan akan semakin banyak dan menekan otaknya. Akhirnya tak sadar kembali.

Pada titik ini, kondisi korban sangat sulit diselamatkan. Saya belum pernah sebelumnya berhasil menolong korban apabila sudah jatuh dalam kondisi ini.

Makin cepat Anda memanggil bantuan, makin aman Anda bertindak, dan makin waspada terhadap jalan napas dan cedera tulang belakang, maka Anda meningkatkan probabilitas keselamatan korban!

Time Saving is Life Saving..!

Advertisements