image

“No Networking sama dengan Not Working…!!”

____
Quote by: Hendro Purwantoro, S.Si
Trainer SMILE Leadership Centre

… .

Buat apa beli laptop, kalau bisa pinjem punya teman?,” ini ungkapan yang lucu, setengah menjengkelkan, tapi ada benarnya juga. Bukan berarti gak bondho, lho. Esensinya, berdayakan resource yang ada di sekitar kita.

Aduh, saya sedang dalam posisi yang tidak bisa menjelaskan panjang x lebar x tinggi = volum / isi. Singkatnya, manusia pada dasarnya adalah makhluk sosial. Tak bisa berdiri sendiri tanpa rekan di sampingnya.

Saya dan teman-teman seangkatan alhamdulillah baru saja pelantikan dokter. Saya sedang membayangkan, bila suatu saat ada yang sedang jadi kepala puskesmas, kepala rumah sakit, pemilik klinik pribadi, gubernur suatu daerah, menteri kesehatan, atau bahkan presiden negeri ini, akan sangat luar biasa jika kita bersama-sama membangun kesehatan bangsa ini.

Kalau ada seseorang tak dikenal yang ingin pinjam duit dalam jumlah besar, tentunya Anda lebih banyak pikir-pikirnya daripada sama yang kita kenal sendiri, kan?

Sama halnya seperti itu. Membina hubungan baik, bersilaturrahim, makin mempererat persaudaraan kita. Demikian juga jika kita ingin berwirausaha. Saat kepepet, membutuhkan modal dalam jumlah besar, siapa lagi yang kita tuju untuk mendapat pinjaman yang lunak?

Misal saya butuh modal sekitar 26 juta rupiah. Akan sangat memberatkan bila saya pinjam kepada satu orang. Lain halnya jika saya mengontak 26 teman saya dan masing-masing saya hutang satu juta. Cukup meringankan, bukan?

Bukan berarti kita berteman hanya untuk mencari hutangan, lho. Ini adalah efek samping yang baik dari sebuah pertemanan. Efek depannya justru surga. Lho, kenapa surga?

Ya, karena Rasulullah saw pernah bersabda, “Jika kau ingin melihat kualitas seseorang, lihat lah dari teman-teman dekatnya.” Teman dan lingkunganlah yang sedikit banyak membentuk kita. Karakter yang kita bangun adalah resultan dari paradigma dan sikap yang kita bangun ditambah nilai dan budaya sekeliling kita.

Juga networking, dalam hal ini saya sebut silaturrahim, adalah salah satu usaha untuk memperpanjang masa berlakunya amal kebaikan kita yang bernilai jariyah. Misalnya saja, jika saya membangun jembatan atas prakarsa saya, bersama urunan orang-orang desa, lalu dibangun bersama-sama, maka nama saya akan dikenang sepanjang desa itu ada.

Nama yang dikenang ini punya dua manfaat, doa kebaikan orang-orang desa yang terus mengalir kepada saya dan keluarga, juga menjadi motivasi tersendiri bagi keturunan saya untuk lebih baik daripada pendahulunya.

Patutlah Rasulullah saw mengatakan “Silaturrahim itu dapat memperpanjang usia.”

Menjadi orang biasa itu tidak cukup. Menjadi orang luar biasa juga tidak cukup. Menjadi orang luar biasa dan bermanfaat untuk orang lain juga tidak cukup. Menjadi luar biasa, bermanfaat untuk orang lain, dan dapat mengajak orang lain berbuat baik, barulah dikatakan cukup. Dikatakan lebih dari cukup, apabila kita menjadi luar biasa, bermanfaat untuk orang lain, mengajak orang lain berbuat baik, dan membentuk jaringan kebaikan.. (Bukankah seperti ini yang kita cita-citakan untuk bangsa ini?)

Bersilaturrahim lah! Jadilah orang luar biasa! Bangunlah network! Karena no networking = not working! 🙂

Wallahu alam bishawab.

… .

source gambar ada di sini…

Advertisements