image

“Aku sesuai dengan persangkaan hambaKu.”
____
Hadist Qudsi.
… .

———————————————————————————————-
Disclaimer:

1. Artikel ini dibuat hanya untuk berbagi tentang apa yang saya alami. Hasil bisa berbeda pada masing-masing orang. Tentunya, jika Anda yakin berhasil, insyAllah berhasil. Kan Allah sesuai dengan persangkaan hambaNya.

2. Karena punya hasil yang berbeda untuk masing-masing orang, saya harap para pembaca sekalian sudi untuk berbagi pengalaman dengan komen dalam artikel ini, atau kirim ke email saya di algristianhafid@gmail.com.

Selamat Mencoba!
———————————————————————————————-

Saya punya resep doa. Pengalaman saya, dalam lima hari saya terapkan, saya mendapat apa yang saya cita-citakan. Seperti menulis buku kedua. Begitu saya ingin dan saya panjatkan dalam doa, alhamdulillah di hari keenamnya dapat tawaran untuk menulis.

Ini salah satu contoh kecil. Masih banyak contoh yang lain. Setidaknya, meski cita-cita itu tak langsung diberikan, Allah menunjukkan jalannya untuk kita raih cita-cita tersebut.

Ingin tahu? Lanjutkan bacanya!

 

Resep ini saya beri judul “Merayu Allah: Meraih Cita-cita dalam Lima Hari, melalui Lima Langkah Doa dan Lima Amalan Andalan.”

Lima Langkah Doa:

1. Ya Allah, ampunilah dosaku, dosa kedua orang tuaku, dosa keluarga dan keturunanku, dosa bapak ibu guruku, dosa para pemimpin bangsaku, dosa teman-teman dan saudara-saudariku, serta dosa umat muslim di seluruh penjuru bumi. Mudahkan diri kami dalam berusaha, mudahkanlah diri kami dalam menjalani amana-amanah kami. Berkahilah sisa usia kami, berkahilah seluruh langkah aktivitas dan profesi kami. Kumpulkanlah kami bersama RasulMu dan orang-orang yang Engkau cintai di surgaMu.

2. Ya Allah, dengan ilmu spesialis yang Engkau pilihkan dan dengan bisnis yang Engkau sukseskan, jadikanlah kami hambaMu yang makin dekat denganMu, makin tinggi ketakwaan kami, dan makin tebal keimanan kami kepadaMu.

3. Ya Allah, dengan ilmu spesialis yang Engkau pilihkan dan dengan bisnis yang Engkau sukseskan, jadikanlah kami hambaMu yang tangguh, yang makin mampu untuk menegakkan syariatMu, meninggikan kalimatMu, dan mensucikan namaMu.

4. Ya Allah, dengan ilmu spesialis yang Engkau pilihkan dan dengan bisnis yang Engkau sukseskan, jadikanlah kami hambaMu yang mandiri, yang tegak di atas kaki sendiri, yang hanya bergantung kepadaMu dan kepada diri kami, yang kepada sesama saling memberi dan mengasihi, dan kepada ummatlah tempat kami mengabdi.

5. Ya Allah, dengan ilmu spesialis yang Engkau pilihkan dan dengan bisnis yang Engkau sukseskan, jadikanlah kami hambaMu yang senantiasa bersyukur, karena Engkau bukakan pintu rezekiMu dari depan kami, belakang kami, kanan kami, kiri kami, atas kami, dan bawah kami. Anugerahilah kami dengan rezekiMu yang banyak dan berkah, sehingga Engkau mudahkan kami untuk mewakafkan diri kami, harta kami, dan ilmu kami di jalanMu.

Ini adalah redaksional yang saya baca sehari-hari. Terserah pembaca mengubah redaksionalnya seperti apa, yang jelas inti dan maknanya senada.

Yakni yang pertama mohon ampun, mohon kemudahan dan keberkahan. Yang kedua mohon untuk makin dekat denganNya. Yang ketiga mohon untuk makin mampu berdakwah di jalanNya. Yang keempat mohon untuk makin mandiri dan banyak memberi dan mengabdi. Yang kelima mohon untuk dibukakan pintu rezeki dan juga banyak berbagi.

Lalu, Lima Amalan Andalan itu apa saja? Juga terserah pembaca. Ngga harus amalan yang besar, yang kecil-kecil asal istiqamah juga gapapa. (Istiqamah = rutin dan disiplin). Kan Allah menyukai amalan-amalan sederhana namun istiqamah daripada amalan yang besar namun dilakukan sekali.

Nah, berikut amalan yang saya lakukan:

1. Salat fardhu tepat waktu.
2. Salat dhuha dan istikharah.
3. Puasa Senin-Kamis.
4.  Berinfaq di tiap hari puasa dengan uang tengah di dompet. (Semisal ada 1.000 – 2.000 – 5.000, ya saya infaqkan 2.000. Semisal ada 10.000 – 20.000 – 50.000, ya saya infaqkan 20.000).
5. Mengaji satu ‘ain sehari.

Kok tidak ada salat tahajjud? Yah, saya sih bisa istiqamahnya untuk Lima Amalan tadi. Terserah pembaca kalau mau menambahkan tahajjud, nggih monggo. Asal istiqamah.

Lalu, apa yang terjadi bila kita tidak istiqamah? Saya sendiri tidak tahu. Bagaimanapun Allah yang punya rahasia terhadap rezeki hambaNya. Tetap berusaha, dan tetap berdoa.

Satu hal yang perlu diingat. Prasangka positif (khusnudzon) terhadap Allah itu sangat penting. Selama Anda memanjatkan doa masih ada keraguan, maka Allah pun mungkin ngga akan ngasih. Siapa juga yang suka di-suudzon-i (prasangka buruk)? Jangankan Allah. Kitapun tak suka. Ya, kan? Makanya, khusnudzon aja sama Allah.

Kemudian, action tetap perlu ada. Jika khusnudzon membuat Anda makin sensitif terhadap sinyal cita-cita yang Allah berikan, segera ACTION..! Ambil Peluang itu! Itu adalah sinyal yang Allah berikan! Jangan tunda lagi!

Lalu, benarkah dalam Lima Hari Meraih Cita-cita? Pengalaman saya, iya. Kalau dalam Lima Hari tidak terwujud? Mungkin kita yang belum khusyu berdoa. Mungkin kita belum ikhlas dalam beramal. Mungkin kita belum istiqamah.

Jadi? Khusyu lah dalam berdoa, Ikhlas lah dalam beramal, dan Istiqamah lah! Jangan lupa, ACTIOOOONNN..!! Ojok ndungo thok, rek.. 😀

Selamat Berikhtiyar dan Bertawakkal..!

———————————————————————————————-
Disclaimer, Sekali Lagi:

1. Artikel ini dibuat hanya untuk berbagi tentang apa yang saya alami. Hasil bisa berbeda pada masing-masing orang. Tentunya, jika Anda yakin berhasil, insyAllah berhasil. Kan Allah sesuai dengan persangkaan hambaNya.

2. Karena punya hasil yang berbeda untuk masing-masing orang, saya harap para pembaca sekalian sudi untuk berbagi pengalaman dengan komen dalam artikel ini, atau kirim ke email saya di algristianhafid@gmail.com.

Selamat Mencoba!
———————————————————————————————-

Advertisements