image

Ada sebuah rumah mewah, lengkap beserta isinya, siap dipinjamkan untuk  kita. Tanpa syarat, tanpa uang muka, tanpa perlu bayar sewa, bener-bener gratis. Tanpa harus bayar uang keamanan, karena rumah ini sudah aman 100%, dan gratis 100%.

Semua barang silakan dipakai untuk apa saja. Baik itu meja, kursi, lampu, dan semua barang elektronik di sana: televisi, radio, semuanya.

 

Mohon dijaga semuanya agar terhindar dari kerusakan. Tetap layak dipakai, dan kalau perlu, keluarkan biaya pemeliharaan untuk memastikan semuanya terpakai sempurna. Inilah satu-satunya biaya yang kau keluarkan.

Nah, sekiranya sang pemilik datang, dan melihat kau sebagai penyewa tidak menggunakan 100% fasilitas rumah itu dengan sempurna, apa perasaannya? Mungkin sedikit kecewa. Yang paling parah, sedikit sinis karena kau tak gunakan 100% kebaikan yang dia berikan.

Nah, kitalah peminjam rumah itu, dan Allah lah Sang Pemiliknya.

Kita sudah dipinjamkan segala kelebihan dan potensi sekitar yang bisa diberdayakan. Kenapa masih sering mengeluh?

Kita sering berpikir “aduh, sulit, tidak bisa, nih..” padahal semua potensi dan kekayaan itu sudah berada tepat di depan kita.

Sering kita mengatakan, “Ya Allah, sulit sekali ujian ini..” seolah-olah lupa bahwa hanya kepada Allah lah tempat kita bergantung, hanya kepada Allah lah kita memohon pertolongan.

Bagaimana bisa kita memastikan bahwa semua potensinya termanfaatkan? Maka bayarlah uang pemeliharaan. Inilah yang disebut dengan infaq, sedekah, atau zakat.

Apa yang akan kita katakan kepadaNya, saat “rumah” itu dikembalikan, dan semua fasilitasnya dicabut? Mengapa tak kau manfaatkan semua kelebihan dan potensi yang Kuberikan, wahai manusia?

Jadi, maksimalkan potensimu..!

… .

source gambar ada di sini.

Advertisements