Sepanjang sok tau saya, ada dua hal yang sering dilakukan oleh pendatang baru, baik di dunia blogosphere maupun buku. Padahal kelakuannya seringnya kaprah, dan berakibat fatal untuk hasil tulisannya.

*fatal? lebay, ah*

buku-tamu-wordpress

Begini..

1. Save The Best for The Last. Hei, Bung. Kamu kira makanan, yang enak dimakan terakhir? Justru mengawali tulisan perlunya di awal harus langsung meledak, BUM! Langsung keluarkan ide intinya! Langsung aja tulis ide intimu di paragraf pertama.

Lalu, apa yang tersisa untuk tengah dan akhir tulisan? Tenang, ide kita tak terbatas, kok. Dan ide-ide baru yang tak terduga pasti akan muncul dan meledakkan tulisanmu. Bahkan berkali-kali!

Biasanya setelah menuliskan ide inti di paragraf awal, otak kita seakan-akan refresh kembali. Saat itulah ide-ide baru bermunculan. Biarkan aja, tulis semua. Melompat-lompat pun ngga masalah. Ngga nyambung ngga jadi soal. Nanti urusan ngedit belakangan.

2. Too Much Thinking. Keluarkan aja apa adanya. Untungnya di jaman komputer, kita bisa edit sekenanya sekehendak kita, ngga repot pake tip-ex. Keluarkan dulu semuanya, edit belakangan. Just feel it.

Apa yang kamu rasakan dalam hati, segera tulis. Perkara mana yang mau disensor, nanti aja. Yang penting “pop up” ide itu perlu segera dituangkan. Nantinya kan keliatan sendiri alur ceritanya gimana.

Barulah setelah kamu rasa udah mentok, mulai mikir. Mau diarahkan kemana tulisanmu. Sesuaikan sama kerangka tulisan. Tujuan dan etika. Yang penting di awal tadi kita sudah jujur sama perasaan kita sendiri ketika menulis.

Pentingnya bersikap jujur terhadap diri sendiri adalah bahwa menulis bisa menjadi salah satu bentuk terapi psikis. Segala macam apapun perasaan ngga enak yang kamu rasakan, dapat berkurang sampai lega sama sekali, lho. Dan efek ini seketika!

Kok bisa? Karena sudah kamu tuangkan semua perasaanmu. Apa pentingnya? Ketika kau terbiasa menuangkan perasaanmu, dirimu menjadi makin terkendali, makin mampu menunjukkan perasaan kepada orang lain dalam batas sewajarnya, dan ngga lebai. Akhirnya orang menilaimu sebagai sosok yang dewasa.

Sekali lagi, perkara mana yang mau kamu publish (baik dalam blog maupun buku) bisa diedit belakangan.

Gampang, kan?

Cuma butuh keberanian aja, kok.

Selamat mencoba! 😉

Advertisements