Interior_Bedroom_decoration_005012_Pernah bersihkan kamar yang lama tak dibersihkan? Saya pernah. Kamar saya sendiri. Baruuu akhir pekan kemarin. Rasanya sudah saya bersihkan tiap pagi, ternyata ada beberapa sudut mati yang jarang saya sentuh. Di sanalah kotoran menumpuk dan mengendap. Fiuuh.. Seharian saya bersihkan pun masih belum semuanya beres. Butuh dua hari untuk bersihkan total kamar saya ini.

Bukan hanya sarang laba-laba, juga barang-barang kecil yang jarang saya pakai terjatuh di sana. Bangkai cicak, dan beberapa buku tipis pun hampir semua saya temukan lagi.

Saya menghela napas. Mungkin seperti ini isi hati dan pikiran kita. Lama tak dibersihkan, kotoran makin menumpuk. Awalnya sedikit. Karena dibiarkan, makin banyak dan mengendap. Akhirnya sulit dibersihkan. Butuh tenaga ekstra.

Anda pernah merasakannya?

Beraaat sekali saat mengerjakannya. Mau mulai pun malasnya minta ampun. Godaan untuk berhenti di tengah-tengah sering muncul. Saat tergoda berhenti di tengah-tengah, menyesalnya bukan main. Karena ternyata kamar kita lebih berantakan daripada sebelumnya.

Ya. Hati dan pikiran kita pun seperti itu. Jika tak rutin dibersihkan, bakal banyak “barang-barang” tak terurus dan jatuh di sudut mati. Tak terjangkau. Tak terhiraukan. Saat ada sesuatu yang membuat kita teringat, emosi langsung meledak tak karuan.

Dibersihkan tiap haripun, kadang ada yang masih tertinggal. Memang “kamar” kita tidak bisa bersih seratus persen, setidaknya kita sudah berusaha maksimal untuk mencapai seratus persen. Di saat mulai mensyukuri pencapaian-pencapaian kecil kita, saat itu juga masalah lain ikut beres. Minimal hati dan pikiran kita lebih lega untuk mencari solusi baru.

imageRasa syukur ibarat vacuum cleaner. Nyedot semua kotoran yang ada di “kamar” kita. Di sudut mati sekalipun. Sekali kita bisa mengaktifkan vacuum cleaner ini, selamanya ada masalah apapun kita bisa atasi. Ngga percaya?

Karena vacuum cleaner ini nyedot semuanya, lalu mengembalikan semuanya ke hadirat Pencipta. Dia yang mencipta, Dia juga yang menyediakan obatnya. Syukuri semua nikmatnya, maka perlahan kau temukan jalan keluar dari setiap masalahmu. Inilah uniknya rasa syukur. Bersyukur bertambah nikmat.

Saat sesuatu berjalan tidak sesuai rencana, paksakan bersyukur. Paksakan melihat sisi positif sepahit apapun kejadian itu. Sebut namaNya. Pujilah Dia. Mohon kekuatan dari yang Maha Kuat, sambil bersyukur. Kalau perlu, nyanyikan lagunya The Massive juga, “Syukuri apa yang ada.. Hidup adalah anugrah.. Tetap jalani hidup ini.. Melakukan yang terbaik.. Jangan menyerah..” Hehehe.. Ya, maju terus pantang mundur!

Saat bersyukur dan menenangkan diri, tubuh kita mengeluarkan serotonin dan endorfin. Dua neurotransmitter ini berperan untuk meningkatkan kerja tubuh kita dalam merespon stress. Efeknya, tubuh menjadi relaks dan metabolisme makin optimal. Kita punya cukup energi untuk menyelesaikan masalah. Selain itu, dalam kondisi optimal, tubuh mengeluarkan hormon NGF, nerve growth factor, yang memperbanyak pertumbuhan dendrit dan sinaps antar sel syaraf. Hasilnya? Respon solusi kita terhadap stress meningkat hebat.

Inilah keajaiban syukur. Benar kiranya Allah memerintahkan untuk selalu bersyukur, niscaya nikmat akan makin ditambahNya. Jika tidak, maka bukanlah serotonin dan endorfin, melainkan kortisol lah yang mendominasi. Kortisol adalah hormon stress, meningkatkan pemecahan lemak dan kerentanan tubuh terhadap infeksi. Hasilnya? Makin kurus dan sakit-sakitan. Terlebih lagi, makin banyak sinaps sel syaraf yang mati, makin buntu otaknya terhadap solusi, hanya berpikir gimana bisa selamat, makin gampang pikun. “..sesungguhnya adzabku sangat pedih.” (QS. Ibrahim: 7).

See? Sesederhana itu membersihkan “kamar” hati dan pikiran kita. Resapi semua nikmat yang Dia berikan. Sekecil apapun itu. Seremeh apapun itu. Syukuri. Lalu perbesar rasa syukurnya. Perbesar, dan perbesar. Maka kita sedang memperbesar kapasitas vacuum cleaner kita. Pada akhirnya, kita mampu melihat jalan keluar yang belum pernah kita sangka sebelumnya.

Makin bersyukur, makin nikmat.
Ayo, perbesar kapasitas vacuum cleaner kita!

… .

Advertisements