image

Hari ini saya dapat kesempatan sharing dengan dua orang klien. Dua kasus yang berbeda, dan menurut saya, sama-sama beratnya bagi mereka yang masih seusia mahasiswi.

Saya tidak ingin cerita masalahnya seperti apa. Yang jelas, permasalahan dengan keluarga hampir semuanya saya nilai berat.

Kenapa?

Ibarat akar, keluarga adalah tempat menyalurkan banyak nutrisi kehidupan bagi siapa saja yang ada di dalamnya. Keluarga adalah sumber inspirasi bagi setiap orang. Suami atau ayah, isteri atau ibu, dan anak-anaknya.

Terutama bagi anak. Kalau mereka tidak menemukan hal-hal yang memuaskan mereka, maka bisa dipastikan mereka mencari kepuasan itu di luar lingkungan keluarga.

Ya kalau lingkungan tempat dia mencari termasuk aman dan baik untuk perkembangan mental mereka. Kalau tidak? Bisa berabe.

Ini yang kemudian saya lihat dari mereka berdua. Ketidakpuasan terhadap keluarga mereka sendiri. Upss.. Kok saya malah cerita.

Apa yang harus saya, sebagai konsulen yang menerima konsultasi, harus lakukan?

Tidak banyak.

Pertanyaan saya berputar-putar pada tiga hal saja. Di antaranya adalah:

1. Apa hal yang paling kamu inginkan dalam hidup? Kamu boleh cerita cita-citamu, atau hal-hal yang berkesan dan ingin kamu lakukan lagi..

2. Kira-kira, beberapa waktu mendatang, entah beberapa minggu, bulan, atau tahun berselang, kehidupanmu seperti apa, ya? Ketika cita-citamu ini tercapai, kira-kira bagaimana rasanya.. apa yang kamu pakai saat itu.. bagaimana mendengar banyak orang membicarakan kesuksesan kita.. Atau mungkin, pernah terbayang ketika tak berhasil meraih cita-citamu?

3. Tentunya, semua orang ingin cita-citanya tercapai, ya. Kita juga tidak ingin impian kita tertunda justru karena ada rasa saling tidak enak satu sama lain. Supaya jalan kita mulus, kira-kira mau nggak ya, memaafkan orang lain demi dirimu sendiri? Awalnya mungkin sulit, ketika sudah dilalui, seberapa puas dan plong ya, rasanya?

Smile

Bisa menangkap apa yang saya maksud, Kawan?

Rasanya, setiap orang pernah bete. Yang namanya orang hidup ngga mungkin ngga dapet masalah. Masalah pasti ada.

Dan lucunya, beberapa orang terkesan memaksakan diri untuk melupakan masalah, dan menunda untuk menyelesaikannya. Padahal, bila disimpan lama-lama, suatu saat bisa meledak. Seperti bisul, sakitnya bukan main. Dan hati kita bisa infeksi.

Saya tidak bilang masalah bisa selesai pada saat itu juga. Tapi, kita bisa mengalihkan pikiran kita untuk memikirkan hal-hal yang produktif.

Bagaimana caranya?

Seperti tiga pertanyaan saya di atas.

Ingat kembali apa sebenarnya yang paling engkau inginkan dalam hidup. Apapun itu. Asal bermanfaat buatmu, dan buat orang-orang di sekitarmu. Rasakan seolah-olah kamu sudah mencapainya. Rasakan kebahagiaan itu, dan lipatgandakan sampai benar-benar mengalaminya saat ini.

Yang kedua, bersikap berani memaafkan orang lain. Tidak perlu memposisikan dirimu sebagai korban yang harus terus menerus minta dikasihani. Kita bisa kok berdiri sendiri tanpa bantuan orang lain.

Memaafkan orang lain bukan soal memberikan kelonggaran kepada orang lain. Melainkan memberikan keluangan kepada dirimu sendiri untuk bergerak maju. Maksudnya?

Seperti filosofi orang yang nyetir mobil. Kalau handbrake nya masih terpasang, maka sekuat apapun orang itu nginjak gas, tetap terasa berat berjalan, kan?

Sama seperti hati kita. Bebaskan hatimu dan dirimu dari penyesalan. Maafkan kesalahan orang lain. Maafkan dirimu sendiri. Karena semuanya, dan untuk segala hal dari yang paling kecil sampai yang paling besar, telah engkau maafkan. Maka engkau siap melaju ke depan tanpa ragu.

Dan pastikan, setiap akan tidur, engkau telah memaafkan banyak orang yang telah berbuat yang tidak baik kepadamu. Juga, kau telah memaafkan dirimu sendiri. Untuk selanjutnya, ketika bangun tidur esok, maka engkau telah siap menyongsong hari dengan karyamu.

Ya. Karena kita yang memegang kendali terhadap hidup kita sendiri. Dan memilih untuk keep moving on, alias jalan terus mengejar cita-cita, adalah pilihan kita.

Bahagia adalah pilihan. Maka kita memilih bahagia.

Dan kita siap dengan semua konsekuensi apapun yang akan terjadi.

Apapun itu, sekali lagi, kita telah memilih untuk bahagia.

Smile

… .

Dedicated to everyone, everyone who deserves to get the best.
Yeah, everyone deserve to get the best.

image

… .

Ingin bertemu dan berbagi dengan saya?

Klik di sini!

Advertisements