Nyamuk gendut yang kekenyangan tidak akan terbang jauh. Dia lebih mudah mati dibandingkan teman-temannya yg makan secukupnya saja.

Akhirnya di atas sprei, saya lakukan rekam jejak darah dari perut si nyamuk. Yang notabene adalah darah saya. Entah dimana sudah jenazahnya, sudah tidak diketahui. *berakting kayak di film-film CSI, NCIS, atau Law & Order gitu. *halah*

Setelah puas menghisap darah saya, ia mencoba lari. Terbang jauh. Namun tidak bisa. Darah yang dihisapnya terlalu banyak. Terbangnya tertatih-tatih. Akhirnya harus berakhir dilindas telapak tangan saya sebelum sempat menikmati hasil perburuannya.

Kau terlalu tamak, Kawan!

Coba kau hisap darahku secukupnya, niscaya kau bisa terbang tinggi, lari dari tangkapanku. Kau bisa mengantar hasil buruanmu kepada keluargamu, kepada calon bayi-bayimu. Karena kabarnya, jenismu yang paling agresif dalam menghisap darah adalah para betina.

Mereka membutuhkan protein-protein dalam darah kami untuk bertelur. Namun seribu sayang, kau terlalu tamak, sehingga membuatmu tidak waspada. Membuatmu mudah mati.

Pembaca, Anda pernah mendapati hal ini? Karena terlalu tamak, kita jadi kurang waspada.

Kita seringkali menginginkan sesuatu yang belum tentu terjadi, dan belum pasti itu rejeki kita atau bukan.

Memang Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu, dan bisa membuat keajaiban-keajaiban dalam hidup kita. Yang dengan keajaiban-keajaiban itu, meski lewat hal-hal kecil, ternyata cukup efektif untuk mengangkat derajat hidup kita.

Namun karena terlalu tamak, kita menginginkan Allah memberikan hal yang lebih besar, bahkan seakan-akan “menyuruh” Allah untuk melakukan hal-hal yang kita inginkan. Pantaskah?

Mintalah dikuatkan dirimu, dimudahkan segala urusanmu, jangan meminta Allah membereskan masalah-masalah karena Dia ingin melihatmu berusaha menyelesaikannya.

Mintalah dilapangkan jalanmu, diringankan beban hidupmu, jangan meminta Allah mendatangkan rejeki ketika Dia ingin kamu lebih proaktif dalam menjemputnya.

Mintalah dibesarkan hatimu, diteguhkan pendirianmu, jangan meminta Allah menghentikan cobaanNya karena Dia ingin melihatmu bersabar menghadapinya, agar bersih semua dosa-dosamu.

Jangan tamak. Rendah hatilah di hadapan Allah. Niscaya Allah sendiri yang meninggikan derajatmu.

Bagaimana menurut njenengan?

Advertisements